MateriKu

Blog Kumpulan Materi Soal Laporan

Breaking

Wednesday, May 24, 2017

7:28 AM

Soal Ujian UAS Sistem Kendali Kontinyu

Assalamualaikum, Kembali bersama di Blog Materiku.

Selamat pagi, kali ini Materiku akan menyampaikan contoh soal ujian yang saya dapat pada materi sistem kendali kontinyu. Pada soal ini akan membahas materi metode routh hourwitz, root locus, diagram bode, dan model kontrol PID.

Langsung saja, silahkan simak soal-soal berikut ini..

1. Tentukan nilai K agar sistem stabil menggunakan metode Routh Hurwitz.

2. Sistem memiliki persamaan open loop pole

a. Gambarkanlah Diagram Bode
b. Gambarkanlah Root Locus

3. Sistem memiliki respon time sebagai berikut ini.

a. Carilah persamaan model plant atau proses
b. Tentukanlah besaran parameter kontrol PID

Sekian materi yang dapat kami bagikan. Terimakasih.
Wassalamualaikum.
7:13 AM

Soal Ujian UAS Medan Elektromagnetik dan Kunci Jawaban

Assalamualaikum,
Selamat datang di blog Materiku..

Kali ini saya akan membagikan contoh latihan soal ujian UAS untuk materi Medan Elektromagnetik. Langsung saja silahkan menyimak pertanyaan berikut.
  1. Bidang permukaan batas antara dua duelektrik diberikan oleh persamaan 3x + z = 5. Pada sebelah yang mengandung titik asal, D1 = (4,5ax + 3,2az).(10-7) dan ε1 = 4,3. Sedangkan pada sebelah yang lain, ε2 = 1,8. Tentukan E1, E2, dan D2? Jawaban : 1,45.104 ; 3,37.104 ; 5,37.10-7
  2. Dua arus identik berbentuk lingkaran berjari-jari 3 m dan I = 20 A berada pada bidang yang paralel tetapi dengan poros yang bersamaan. Jarak antara kedua bidang adalah 10 m. Tetapkan H pada poros tadi ditengah-tengah antara dua arus? Jawaban : 0,908aH A/M
  3. Suatu penghantar sepanjang 0,25 m terletak pada sumbu y dan membawa arus 25 A dalam arah ay. Tetapkan daya yang dibutuhkan pada translasi penghantar itu ke x = 5 m dengan kecepatan konstan delam 3 s, jika medan B serbasama di sana adalah B = 0,06az? Jawaban : -0,625 W
  4. Kedua bagian dari rangkaian magnetik pada gambar di bawah ini adalah dari baja tuang. Pada bagian 1, I1 = 34 cm dan S1 = 6 cm2. Pada bagian 2, I2 = 16 cm dan S2 = 4 cm2. Tetapkan I1, jika I2 = 0,5 A ; N1 = 200 lilitan ; N2 = 100 lilitan ; dan Ф = 120 μWb? Jawaban : 0,65 A

Sekian materi yang dapat dibagikan, semoga dapat memberikan manfaat pada kalian semuanya ya. Jangan lupa selalu belajar dan berdoa. Terima kasih.
Wassalamualaikum.

Monday, May 22, 2017

7:02 AM

Materi Elektronika Daya Lengkap

Assalamualaikum,
Kali ini blog Materiku akan membagikan materi Elektronika Daya. Elektronika daya ini sangat penting terutama bagi yang ingin bekerja di PT. PLN. Pada elektronika daya juga dijelaskan mengenai pengkonversian arus dab tegangan, seperti:
1. Konverter DC - DC (Buck, Boost, Buck-Boost)
2. Rectifier/penyearah (AC - DC) 1 fasa dan 3 fasa
3. Tranformator
4. Inverter (DC - AC) 1 fasa dan 3 fasa

Langsung saja, bagi yang ingin mengunduh berkas ini silahkan mengunjungi tautan berikut:

Bagi yang ingin mengetahui rangkaian, maka saya bagikan langsung ya.. Rangkaian ini menggunakan simulator PSim.
Buck Konverter
Boost Konverter
Rectifier Ac- Dc Dengan Diode
Rectifier Ac-Dc Dengan Thyristor
Inverter Dc-Ac Setengah Gelombang
Inverter Dc-Ac Gelombang Penuh
Inverter Dc-Ac 3 Fasa Delta

Sekian materi yang dapat kami bagikan, semoga dapat memberika manfaat. Terimakasih
Wassalamualaikum
6:38 AM

Materi Medan Elektromagnetik Lengkap (William Hayt dan Schaumm)

Assalamualaikum, Selamat Datang di Blog Materiku
Kali ini kami akan membagikan materi tentang Medan Elektromagnetik. Materi ini berisi tentang hukum-hukum listrik dan medan elektromagnetik lebih lengkapnya yaitu:
1. Analisi Vektor
2. Gaya Coulomb dan Intensitas Medan Listrik
3. Fluks Listrik dan Hukum Gauss
4. Divergensi dan Teorema Divergensi
5. Energi dan Potensial Listrik Siste Muatan
6. Kuat Arus, Rapat Arus dan Penghantar
7. Kapasitansi dan Bahan Dielektrik
8. Persamaan Laplace
9. Hukum Ampere dan Medan Magnetik
10. Gaya dan Torsi dalam Medan Magnetik
11. Induktansi dan Rangkaian Magnetik
12. Arus Perpindahan dan GGL
13. Persamaan Maxwell
14. Gelombang Elektromagnetik

Pada materi ini tidak hanya membahas teorinya saja, melainkan juga contoh soal-soal dan penyelesaiannya. Berkas ini memiliki format (.pdf) yaitu hasil scanning dari buku aslinya. Sehingga mungkin terdapat beberapa bagian yang kurang jelas untuk dibaca. Jika teman-teman benar-benar sungguh ingin membaca lebih jelas dan memahami materi ini, silahkan membeli buku yang aslinya. Mungkin harganya tidak sampai Rp 100.000, sementara yang saya bagikan ini hanya sebagai alternatif saja. Langsung saja silahkan unduh dibawah ini:

Sekian materi yang dapat Materiku bagikan, terimakasih dan sampai jumpa.
Wassalamualaikum.

Friday, May 19, 2017

7:36 AM

Kedudukan Akar (Root Locus) Sistem Kendali

      Metode root locus / letak kedudukan akar digunakan untuk meneliti perilaku sistem dengan parameter sistem berubah pada lingkup tertentu, misalnya perubahan parameter penguatan K. Di dalam analisis sistem, penguatan K dipilih sedemikian rupa agar sistem stabil serta memberikan respon yang baik. Rancangan dimaksudkan agar letak pole dan zero dari fungsi alih loop tertutup terletak pada daerah yang ditentukan. Agar sistem stabil, pole dan zero harus terletak pada bidang s sebelah kiri sumbu imajiner.

       Metode letak kedudukan akar ini memberikan informasi  penguatan K jika  penguatan K diubah dari nol menjadi tak terhingga. Metode ini memungkinkan kita untuk untuk mencari pole loop tertutup dan zero loop terbuka dengan penguatan sebagai parameter.































7:21 AM

Respon Transien Dalam Sistem Kendali

      Sistem dengan tenaga tidak dapat memberikan tanggapan seketika dan akan menunjukkan tanggapan peralihan walaupun diberi masukan ataupun gangguan. Karakteristik unjuk kerja sistem kontrol yang diinginkan dicirikan oleh suku tanggapan peralihan terhadap masukan unit step karena hal itu mudah dilakukan dan cukup drastis. Jika tanggapan terhadap masukan unit step diketahui, secara matematis dapat dihitung tanggapan untuk masukan yang lain.

      Tanggapan peralihan sistem kontrol selalu menunjukkan osilasi teredam sebelum mencapai keadaan mantapnya, hal ini juga menunjukkan bahwa sistem tersebut mempunyai rasio peredaman yang juga berarti bahwa sistem tersebut merupakan sistem yang kurang teredam / underdamped.